Browse By

Disegel Karyawan Sendiri

KANIGARAN – Sebanyak 12 karyawan SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum ) 54.672.03 Kelurahan Sukoharjo, Kanigaran, Kota Probolinggo, kemarin (27/6) mendatangi SPBU setempat. Mereka menyegel SPBU yang sudah bangkrut itu.

Salah_satu_karyawan_SPBU_Sukoharjo_saat_memasang_segel_di_SPBU_setempat_kemarin.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, para karyawan itu mendatangi SPBU setempat sekitar pukul 09.00. Mereka datang dengan membawa sejumlah bambu, gedek, dan sejumlah poster. Begitu sampai di SPBU yang terletak di Jalan Lumajang, sejumlah karyawan itu langsung memasang segel.

Akses ke SPBU setempat ditu  tupi gedek melingkar. Di gedek  tersebut juga dipasang sejumlah poster yang isinya menjelaskan SPBU telah disegel karena bermasalah dengan karyawan setempat. Para karyawan tersebut mengaku kecewa dengan keputusan pemilik SPBU setempat yang menggantung status mereka.

Sudah sekitar 7  bulan terakhir ini status mereka  tidak jelas. “Nasib kami 7 bulan ini tidak jelas. Dipecat ya tidak, dipekerjakan juga tidak,” keluh Faisol, salah satu karyawan sambil marah-marah. Warga Kelurahan/ Kecamatan Kanigaran itu mengaku kecewa dengan pemilik SPBU yang dinilai tak gentle.

Loading...

Dijelaskannya, awalnya sebanyak 12 karyawan SPBU setempat diminta untuk istirahat dari kerja  sekitar 1-2 minggu pada Desember lalu. Praktis sejak mengistirahatkan 12 karyawan tersebut, SPBU setempat  pun tak beroperasi lagi. Nah, kondisi itu ternyata berjalan terus menerus hingga Juni ini atau sudah memasuki sekitar 7 bulan.

Tentu saja hal itu membuatse jumlah karyawan setempat resah. Sebab, dalam kurun waktu 7 bulan ini, para karyawan setempat juga tak menerima haknya berupa upah sebesar Rp 450 ribu per karyawan tiap bulannya. “Pernah setelah beberapa bulan ndak dipekerjakan lagi, kami laporan ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).

Dari sana, kami diminta untuk minta surat keterangan di-PHK (putus hubungan kerja). Saat kami mau minta surat PHK, malah kami diomongi yang tidak-tidak sama pimpinan kami,” cerita Faisol. Dari sejumlah keterangan karyawan, SPBU Sukoharjo tersendat lantaran ada konflik di tubuh pemiliknya.

Pimpinan SPBU pun disebutkan tak menghiraukan kondisi sejumlah karyawan yang telah “diis tirahatkan” tersebut. “Kalau karyawan tidak digaji, eh pimpinan masih dapat gaji. Belum juga, dia juga jual aset-aset SPBU seperti besi-besi dan beton,” sebut Faisol.

Kekecewaan serupa juga diungkapkan Iwanto, 58 warga Kelurahan Jebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kabupaten Probolinggo. “Awalnya kami cuma diminta libur istirahat saja 1-2 minggu, tapi ternyata sampai sekarang ndak pernah masuk lagi.

Kami juga sudah ndak digaji lagi. Statusmasih ndak jelas,” ujar  wanto. Iwanto sendiri mengaku saat  ini bingung mencari pekerjaan lagi. Sebab, dengan usianya yang sudah tak muda lagi, sulit baginya menemukan pekerjaan baru. “Tak hanya saya, karyawan yang lain juga kasihan.

Anaknya ada yang putus sekolah gara-gara tidak ada penghasilan. Ndak ada uang sama sekali,” ujarnya. Faisol berharap Disnaker bisa  menyelesaikan polemik ketenagakerjaan di SPBU setempat. “Jika  memang di-PHK, ya di-PHK saja.  Kami minta pesangon yang jadi  hak kami. Selain itu, uang upah  kami yang tidak dibayarkan selama  7 bulan kami minta untuk dibayarkan segera,” pinta Faisol. (radar)

Incoming search terms:

  • bokep karyawan
  • video bokep anak sekolah 3gp download
  • download bokep anak sekolah3gp