Browse By

Kerajinan Anyaman Bambu di Pasuruan

Meski_harganya_murah_di_Bali_wakul_dari_bambu_-ini_bisa_dijual_mahalDijual ke Bali, Harga Naik Berlipat

WAKUL berukuran raksasa itu terpajang di depan sebuah rumah warga Desa Siyar, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Ukurannya, mencapai 10 kali lipat dibanding wakul pada umumnya. Bahan yang digunakan, tak jauh berbeda dengan wakul kebanyakan.

Yakni, anyaman bambu yang memang menjadi kerajinan warga setempat.  Setidaknya, wakul berukuran raksasa itu bisa mewakili industri anyaman di desa setempat. Desa Siyar, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan memang dikenal sebagai sentra produksi anyaman bambu di Rembang.

Ada puluhan perajin anyaman bambu yang menggantungkan pendapatannya dari kerajinan tersebut. Menurut Abdullah, kepala Desa Siyar, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, kerajinan anyaman bambu merupakan warisan nenek moyang.

Loading...

Sudah bertahun-tahun warga Siyar membuat perabotan dapur dan rumah tangga dari  anyaman bambu. “Kerajinan anyaman bambu, memang menjadi sumber pendapatan warga kami. Banyak warga yang menggantungkan perekonomiannya, dari industri ini,” ungkap Abdullah ditemui di pendapa desa setempat, Senin (8/6).

Tak kurang dari 67 warganya menekuni industri ini. Ada yang berskala kecil, tapi ada pula yang cukup mapan dengan industri tersebut.  Mereka yang cukup mapan, bisa merekrut tenaga kerja antara tiga hingga empat orang. Kerajinan yang dibuat beragam.

Rata-rata perabotan dapur,  seperti wakul untuk tempat nasi, cikrak, dan barang-barang lainnya. Setiap pelaku usaha ini bisa memproduksi hingga 70-an barang setiap minggunya. Perabot dapur yang mereka buat, dipasarkan tak hanya untuk lokal Rembang ataupun Kabupaten Pasuruan.

Namun, juga sampai keluar daerah, seperti Malang dan Bali. Bila bisa menembus Bali, pendapatan pun bisa meningkat. Sebab, harga jual di Bali cukup tinggi. Wakul misalnya, bisa sampai 30 ribu per unitnya. Sementara harga normalnya Rp 10 ribu per unit.

Salah satu perajin anyaman bambu asal Siyar, Nikmah mengaku, produksi yang dibuatnya tergantung pesanan. Hampir  semua perabot rumah tangga bisa dibuatnya. “Tergantung pesanan. Ada pigura, lampu, dan lain sebagainya,” tandasnya. Harga paling murah wakul, yaitu Rp 6 ribu per unit. Sementara lampu bisa mencapai Rp 75 ribu. (radar)