Browse By

Dendam, Carok, Satu Korban Tewas

PROBOLINGGO – Diduga karena dendam, carok terjadi di  Dusun Klompang, Desa Poh sangit Tengah, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo,  kemarin pagi (4/06). Sukro, 53, warga dusun setempat tewas dengan delapan luka bacokan akibat carok itu.

Polsek Wonomerto tidak kesulitan menangkap pelakunya, Sucip, 45. Sebab, pelaku langsung  menyerahkan diri ke Polsek Wonomerto setelah membacok korban. Pelaku sendiri adalah tetangga yang masih punya hubungan keluarga dengan korban. Istri korban adalah  sepupu pelaku.

Kanit Reskrim Polsek Wonomerto  Iptu Edy Supriyanto menjelaskan, carok itu terjadi sekitar  pukul 06.00. Sementara pihaknya mendapat laporan sekitar pukul 07.00. Sebelum carok terjadi, pelaku Sucip membuang kotoran sapi ke sawah di Dusun Klompang  sekitar pukul 05.00-06.00.

Di  tengah jalan, pelaku bertemu dengan korban yang hendak ke  sawah.  Entah apa sebabnya, korban langsung emosi bertemu dengan pelaku. Bahkan, korban  yang saat itu membawa celurit langsung mengejar pelaku dengan mengacung-acungkan celuritnya.

Kejar-kejaran pun sempat terjadi antara korban dan pelaku.  Sampai akhirnya, korban berhasil  mengejar pelaku dan membacokkan  celuritnya ke arah kepala  pelaku.  Pelaku pun membela diri dengan menangkis celurit korban. Celurit pun jatuh. Saat itu juga,  pelaku langsung mengambil celurit korban.

“Saat senjata yang dibawa Sukro lepas, senjata berpindah ke Sucip. Sucip lantas membacok korban,” ujarnya. Kondisi pun berbalik. Pelaku yang memegang celurit ganti membacokkan celurit itu ke arah korban. Rupanya, korban tidak kuasa menahan serangan pelaku. 

Loading...

Korban pun roboh bersimbah  darah. Sementara, pelaku langsung  menyerahkan diri ke Polsek Wonomerto. “Untuk motifnya, masih  dalam penyelidikan. Saat ini kami  baru memeriksa pelaku,” ujar  Kanit Reskrim. Untuk sementara, menurut Kanit Reskrim, pelaku mengaku tidak tahu apa alasan korban mengejarnya dengan celurit.

Hanya, pelaku mengatakan,  selama ini dirinya sering cekcok  dengan korban. Diduga, korban  mengejar pelaku, karena dendam sering cekcok. Korban sendiri setelah roboh langsung dilarikan ke Puskesmas Wonomerto di Desa Patalan oleh  warga setempat. Namun, nyawa korban tidak tertolong.

Beberapa  saat setelah dirawat, korban meninggal. Mayatnya lantas dibawa  ke kamar mayat RSUD dr Moh Saleh Kota Probolinggo. Petugas kamar mayat Hari Subagyo mengungkapkan, korban tewas kehabisan darah akibat luka bacok yang  dideritanya.  Menurutnya, ada delapan luka  bacokan di tubuh korban.

“Luka bacokan itu ada di kaki, lengan  kiri dua, dan bagian belakang  kepala. Penyebab tewasnya karena kehabisan darah,” katanya.  Sementara itu, Sekdes Pohsangit Tengah Slamet yang juga warga Dusun Klompang mengungkapkan, pelaku dan korban sejatinya masih ada hubungan saudara.

Namun, keduanya sudah lama tidak akur. “Rumahnya bersebelahan, tapi sering bertengkar,” katanya. Menurut Slamet, kedua warganya itu termasuk dalam kelompok masyarakat miskin. Namun, hanya korban yang  mendapat program bantuan  dari pemerintah. Sedangkan pelaku tidak. “Kondisi ekonomi  Sucip (pelaku, Red) masih lebih baik daripada Sukro (korban, Red). Jadi, dia tidak mendapat bantuan pemerintah,” ujarnya.  (radar)