Browse By

Pertanyakan Pencairan Dana Sertifikasi Guru

PROBOLINGGO – Sejumlah guru di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Proolinggo, mulai mempertanyakan pencairan tunjangan sertifikasi guru. Sebab, sampai kemarin (3/6), tunjangan yang dijanjikan cair saban tri wulan itu, belum jelas kapan di gelontorkan.

Salah seorang guru madrasah di Kabupaten Probolinggo mengatakan, kini sudah masuk pertengahan tahun. Tapi, tunjangan sertifikasi sebesar  Rp 1,5 juta per bulan itu, belum juga cair. Bahkan, kapan cairnya juga belum jelas. “Sampai sekarang (kemarin) belum cair.

Dulu pernah dijanjikan, untuk tahun 2015 ini akan cair setiap triwulan. Tapi, sampai sekarang belum ada,” ujar guru yang enggan namanya dikorankan itu. Guru berkumis itu mengatakan,  tahun-tahun sebelumnya pencairan dana sertifikasi itu memang tak tentu. 

Seperti, pada 2013, pihaknya menerima pencairan dana untuk 4 bulan  dan 8 bulan. Sedangkan, pada 2014 dananya dicairkan untuk 12 bulan pada awal Januari 2015. “Dari dulu memang tidak pasti. Sekarang katanya per triwulan, tapi sampai sekarang belum jelas.

Loading...

Mungkin seperti tahun-tahun sebelumnya lagi,” ujarnya. Mendapati itu, Kemenag tak menyangkal molornya pencairan tunjangan sertifikasi itu. Alasannya, sekarang masih dalam proses verifikasi. “Memang benar sertifikasi belum cair, karenakami masih melakukan verifikasi dan validasi sesuai kriteria penerima,” ujar Kasi Pendma Kemenag Kabupaten Probolinggo Taufik.

Karenanya, pihaknya meminta para guru yang berhak menerima tunjangan itu bersabar. Taufik mengaku, kini pihaknya masih memverifikasi dan validasi menyesuaikan data Kemenag dan data Kantor Pelayanan Perbendaharaan  Negara (KPPN) Bondowoso. 

Pihaknya, tak ingin data antara Kemenag dan KPPN berbeda. Sehingga, proses pencairan semakin lama. Selain proses verifikasi dan validasi,  menurut Taufik, lambatnya pencairan tunjangan itu juga disebabkan revisi  Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).

“Revisi DIPA baru rampung 26 Mei lalu, jadi butuh waktu untuk penyesuaiannya. Setelah verifikasi selesai, SPM (Surat Perintah Membayar) yang kami kirimkan ke KPPN tidak ada kendala,” jelasnya. Karena diverifikasi, data penerima tunjangan itu belum sepenuhnya fix.

Menurut Taufik, penerima sertifikasi tak otomatis mendapatkan tunjangan di setiap triwulan. Sebab, masih ada proses verifikasi untuk  memastikan jika penerima memenuhi  syarat. Sedangkan, guru yang tak lagi bisa menerima sertifikasi rata-rata karena tak memenuhi syarat. “Jadi, tidak otomatis. Karena itu,  setiap akan menerima selalu diverifikasi,” ujarnya. (radar)

Incoming search terms:

  • pendma probolinggo
  • mapenda kab probolinggo
  • mapenda probolinggo
  • ##############################################
  • kabar bondowoso sertifikasi belum cair
  • mapemda probolinggo