Browse By

Akses Sulit Terbayar Pemandangan Alami

air-panasJARAK sumber air panas dengan Ranu Segaran sejatinya tak terlalu jauh. Kedua wisata alam ini masih berada di satu area. Dari jalan utama kecamatan Tiris, pengunjung tinggal belok di pertigaan dengan ancer-ancer Koramil Tiris.

Masuk di jalan desa, jalur ke sumber air panas dan Ranu Segaran akan berpisah di pertigaan gerbang wisata setempat, tempat pengunjung ditarik karcis. Bila ke Ranu Segaran belok kanan, maka ke sumber air terus lurus.

Jalan yang tak terlalu lebar dan berbatu menyambut saat Jawa Pos Radar Bromo berkunjung kesana. Di samping kanan, tampak pemandangan Ranu Segaran yang bisa dilihat dari atas.

Sementara di sisi kiri, hamparan pepohonan menjulang dan semak belukar. Di sepanjang jalan ini, tak jarang ada sepasang muda-mudi memadu kasih. Biasanya, mereka sekadar duduk-duduk dari atas motor sambil menikmati keindahan Ranu Segaran.

Loading...

Sekitar 300 meter berjalan, terdapat warung yang bisa menjadi alternatif pengunjung singgah. Satu-satunya warung yang ada di wilayah setempat itu terlihat sederhana. Seluruh bangu nannya terbuat dari kayu.

Di warung ini pula, pengunjung kebanyakan memarkirkan kendaraannya. Sebab, perjalanan selanjutnya bakal melewati jalan makadam yang sempit. Pemilik warung juga sudah menyiapkan karcis.

Selanjutnya, perjalanan yang ditempuh dengan jalan kaki bakal sedikit menguras tenaga. Sebab, harus melewati jalan makadam yang menurun. Derasnya suara arus sungai terdengar jelas saat melewati tikungan dengan tingkat kemiringan yang lumayan terjal.

Itu sekaligus menjadi isyarat bahwa lokasi sumber air panas sudah dekat. Benar saja, beberapa melangkah, tampak turunan anak tangga yang terbuat dari tanah hingga ke bibir sungai. Ya, sumber air panas itu memang terletak persis di bibir sungai desa setempat.

Saat Jawa Pos Radar Bromo tiba di sana, tampak beberapa wi sata wan tengah asyik berendam. Tempatnya pun masih sangat alami. Antara sumber air panas dan sungai hanya dipisahkan oleh bebatuan yang ditata melingkar. 

Pemandangannya mirip dengan sumber air yang ada di sungai sisi barat markas Yon Zipur 10, Kota Probolinggo. Bedanya, sumber air panas di Desa Segaran ini ukurannya jauh lebih luas. Plus, tentu saja sumber airnya juga panas.

Meski belum dikelola secara serius, namun tiap akhir pekan jumlah pengun jung di wilayah setempat cukup banyak. Saat Jawa Pos Radar Bromo berkunjung beberapa waktu lalu, kebetulan ada sekitar 20 lebih wisatawan yang datang.

Rata-rata didominasi dari kalangan keluarga. “Kami sudah sering kesini. Pemandangannya bagus, plus enak bisa berendam air panas,” ujar Khotimah, wisatawan asal Lumajang yang datang bareng keluarga besarnya. 

Kolam sumber air panas yang hanya dipisahkan oleh bebatuan itu sendiri tak bisa menampung banyak orang. Maksimal hanya sekitar 20-an orang. Di kolam mini itu, ada beberapa titik yang menyemburkan sumber air panas dengan bau khas belerang.

“Ini sumber air panas alami. Konon katanya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Mulai pegal-pegal, rematik sampai gatal-gatal,” aku Arif, wisatawan asal Kota Probolinggo yang kala itu membawa serta anaknya berendam.

Selain di kolam utama, juga terdapat sumber air panas yang letaknya tak jauh dari kolam utama. Hanya saja, debit air panas yang keluar tak terlalu besar. Letaknya beberapa meter dari lokasi kolam utama. Di sekitar sumber air panas itu juga terdapat warung yang berdiri di pinggir sungai.

Di samping warung ada bangunan yang disekat untuk penjung yang hendak berganti baju. Selain bangunan itu, semuanya masih alami. Camat Tiris, Robi Siswanto mengakui, wilayahnya memang punya potensi wisata yang berlimpah.

Namun, sejauh ini keberadaannya belum banyak dikelola secara optimal. “Terus terang, kondisi infrastruktur jalan di wilayah kami sangat tak memadai. Ini yang jadi kendala utama pengembangan wisata di wilayah kami,” aku pria yang belum genap sebulan menjadi camat di wilayah setempat itu.

Menurutnya, kondisi infrastruktur jalan itu sangat penting. Tak hanya untuk pengembangan wisata semata. “Tapi juga berkaitan dengan pertumbuhan IPM (indeks pembangunan manusia). Kami terus berkoordinasi dengan pemkab untuk mengatasi kendala ini,” paparnya. (radar)

Incoming search terms:

  • kondisi jalan menuju ranu segaran