Browse By

April, Nilai Investasi Capai Rp 2,2 T

invesPANDAAN – Besarnya angka Upah Minimum Kabupaten (UMK) tak membuat investor ragu menanamkan modal di Kabupaten Pasuruan. Hampir tiap tahun, investasi terus meningkat di Pasuruan.

Bahkan, Badan Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal (BP3M) Kabupaten Pasuruan mencatat, bulan pertama di triwulan ke dua tahun ini nilai investasi mencapai Rp 2,2 triliun. “Nilai investasi sangat signifikan, terus meningkat.

Loading...

Bulan pertama triwulan kedua ini terpenuhi 45 persen dari target tahun ini,” jelas Kepala BP3M Soenarto. Menurut Soenarto, jenis investasi yang masuk di awal triwulan kedua tahun ini masih di dominasi industri.

Mulai Perusahaan Modal Asing (PMA), Perusahaan Modal Dalam Negeri (PMDN) Tbk, dan PMDN. Meliputi produksi makanan dan minuman, garmen, kayu, otomotif. Sisanya ada di bidang properti, perdagangan, jasa, dan perkantoran.

Lokasi penyebaran investasinya tetap paling banyak di wilayah barat. Seperti Pandaan, Gempol, Beji, Sukorejo dan Purwosari. Sisanya, ada pula di wilayah timur yakni Nguling, Grati, dan Rejoso. “Wilayah Barat masih menjadi incaran investor untuk berinvestasi di kabupaten.

Di wilayah timur ada, tetapi tidak seberapa,” tuturnya. BP3M optimistis target yang dibebankan pemkab terpenuhi. Sebab, potensi penunjangnya sangat mendukung. Mulai tenaga kerja yang mumpuni dan sumber daya alam berupa air dan lahan yang luas. Belum lagi pembangunan tol. “Kami meyakini bisa melebihi target,” bebernya. (radar)