Browse By

Giliran Kades Candiwates Jadi Tersangka

Tersandung Kasus Kepemilikan Ijazah Palsu

PRIGEN- Daftar jumlah kepala desa (kades) di Kabupaten Pasuruan yang tersandung masalah hukum kian bertambah. Setelah Fathul Munir (kades Sedarum, Nguling) dan Abdullah Abeb Yashadi (kades Watukosek, Gempol), kini giliran Sueb, kades Can diwates, Kecamatan Prigen, tersandung masalah hukum.

Kades periode 2013-2019 ini di tetapkan menjadi tersangka atas dugaan kepemilikan ijazah palsu. Sueb ditetapkan tersangka oleh Satreskrim Polres Pasuruan. Kasus ini berawal usai polisi mendapat laporan November tahun silam dari seseorang bernama Sutjipto dan empat warga Candiwates lainnya.

Dalam laporan itu, Sueb diduga memakai ijazah palsu saat mencalonkan diri di pilkades. Adanya penetapan tersangka tersebut dibenarkan Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Agus I. Suprianto. “Ia (Sueb) telah kami tetapkan sebagai tersangka dalam kasus ijazah palsu.

Loading...

Ijazah ini dimiliki ketika pencalonan dirinya (Sueb) sebagai kades,” tuturnya Adapun penetapan sebagai tersangka itu, terang Kasat, sudah memenuhi unsur pidana. Pi haknya telah mengkantongi dua alat bukti, yakni saksi dan juga ijazah milik yang bersangkutan.

Namun, kasat enggan membeber siapa saja saksi yang sudah diperiksa. Selain dua alat bukti, lanjut Kasat, pihaknya juga telah melakukan gelar perkara atas kasus ini sebanyak dua kali di mapolres. Hasilnya, dalam kasus ini tersangka dijerat dengan pasal 263 ayat 3.

Yakni, penggunaan surat palsu dan ancaman hukumnya enam tahun penjara. Terpisah, Sueb saat ditemui di kantornya membenarkan atas kasus hukum yang menimpanya. Disinggung tentang ijazah palsu, Sueb enggan berkomentar banyak.

“Insya Allah saya akan datang Senin (23/3) besok, penuhi panggilan polres sebagai tersangka dan tanpa didampingi kuasa hukum. Untuk lainnya maaf saya no coment. Sebagai warga negara yang baik pastinya akan taat pada proses hukum berlaku di negeri ini,” ujarnya. (radar)

Incoming search terms:

  • kasus ijazah palsu candiwates prigen
  • kades kades yang tersandung masalah ijazah palsu