Browse By

Lebih Pendiam, Sempat Main Laptop

pendiamRUMAH tingkat di Gang Apel No 10, Kelurahan/Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, pagi sampai siang kemarin tampak tak pernah sepi. Sejumlah orang berdatangan untuk takziah dan mengantarkan jenazah Andara Arjuna Dewabrata ke liang lahat.

Ya, kemarin pagi, keluarga korban memang berencana untuk mengebumikan bocah yang masih duduk di bangku kelas VI SD tersebut. Sejumlah keluarga, tetangga, guru, dan teman-teman korban tampak mendatangi rumah duka.

Mereka ingin melihat korban sebelum dimakamkan di tempat pemakaman umum sekitar 500 meter dari rumah duka. Tampak sejumlah pejabat teras pemkot juga datang ke rumah duka Mulai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Paeni Effendi, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Zainullah, serta guruguru di SD tempat Ade sapaan Andara Arjuna Dewabrata- sekolah juga tampak di rumah duka.

Sekitar pukul 07.00, jenazah kemudian dibawa ke pemakaman. Suasana haru pun kembali tersaji dalam pemakaman tersebut. Isak tangis keluarga dan kerabat mengiringi proses pema kaman. Di mata orang yang berinteraksi dengan korban, sosok bocah ini di kenal periang.

Hal itu diung kapkan Zamharir Akmal, 12, teman sebangkunya yang kemarin juga ikut mengantarkan ke pemakaman. “Anaknya baik, sering guyon dengan saya,” katanya sambil berkaca-kaca. Bahkan, Sabtu (14/3) atau sehari sebelum ditemukan tewas, ia masih bercanda dengan korban.

Saat pelajaran olahraga di pagi harinya, korban juga masih bermain basket. Selain itu, korban juga dikenal sopan dan pintar. Hanya saja, Sabtu lalu itu Ade, disebutkan Zamharir, tidak seceria hari-hari biasanya. “Agak diem, tapi saya tidak tahu (penyebab perubahan sikap) itu.

Dia juga tidak cerita-cerita apa,” jelasnya. Hal senada juga disampaikan Purwo Arini, guru kelas Ade. Ia juga mengaku kaget dengan peristiwa yang menimpa muridnya tersebut. Arini tidak menyangka jika Ade yang masuk siswa 10 besar terbaik di kelas harus tewas dengan kondisi tragis.

Loading...

“Dia anaknya pintar, tidak macam-macam,” jelasnya. Sabtu itu, Arini juga menyadari ada yang berbeda dengan perilaku Ade. “Biasanya ceria, Sabtu itu agak pendiam,” katanya. Hanya saja, ia tidak begitu curiga atas perubahan sikap itu. “Saya pikir masih diam seperti sewajarnya.

Apalagi, ia tetap menerima pelajaran dengan baik,” jelasnya. Ditanya keseharian Ade, Arini juga mengaku anak didiknya itu termasuk siswa yang baik dan periang. Bahkan, selama mengajar di sekolah itu, ia belum pernah mendapati Ade bertengkar dengan teman-temannya. “Dia bukan tipe anak nakal,” katanya.

Setali tiga uang, pendapat yang sama juga disampaikan temantemannya di kompleks rumahnya. Alfa dan Nabila, dua anak yang sering bermain dengan Ade juga mengatakan hal yang sama. “Dia sukanya main sepak bola. Kalau ada dia pasti ramai, karena anaknya kalau main itu semangat,” kata Alfa.

Sementara itu, usai digelar pemakaman, banyak warga dan kerabat korban bertakziah ke rumah duka. Silih berganti tamu datang ke rumah dengan warna putih, oranye, dan abu-abu itu. Mereka mengucapkan belasungkawa pada bungsu dari tiga bersaudara.

Sedangkan raut kesedihan masih terpancar pada keluarga korban. Bahkan, Agus Winarti, ibu korban terus-terusan menangis. Maklum, Ade merupakan anak kesayangannya. Sementara sang ayah, Henky Nova Eka Trianto juga terlihat masih sembab. Kata demi kata diucapkannya dengan terisak.

“Mudah-mudahan kejadian ini tidak menimpa anak yang lain. Saya mohon maaf pada semuanya, apabila semasa hidup anak saya melakukan kesalahan. Karena sesungguhnya ia masih belum mengerti  benar dan salah,” jelas Henky.

Berbeda dengan keterangan Sista yang mengaku pagi harinya Ade sudah tidak di rumah, Henky mengaku pagi sebelum berangkat ke pasar mengantar sang istri, Ade terlihat main laptop di lantai bawah.

“Dia main laptop sendirian, dia juga tidak pernah tidur di atas,” katanya. Karenanya, ia kemudian heran begitu mendapati anaknya tewas di lantai dua. Saat ditemukan, Henky tidak ingat pasti posisi korban. Pasalnya ia kaget melihat korban terikat dan berupaya menyelamatkannya.

“Anak saya yang tahu posisinya. Saya fokus untuk menyelamatkannya, yang pasti kondisinya (sempat tercekat) terjerat,” katanya. Sementara itu, terkait peringai anaknya, Henky mengaku anak bungsunya itu disukai teman-temannya. “Kalau dia tidak ada, malah dicari sama teman-temannya,” katanya. (radar)

Incoming search terms:

  • bokep anak sd
  • bokep bocah sd
  • bokep bocah
  • cerita bokep anak sd
  • cerita bokep sd