Browse By

Tragis, Bocah SD Dibunuh

andaraDitemukan, Mulut dan Kaki Masih Terikat

KEDOPOK – Nasib tragis menimpa Andara Arjuna Dewabrata, 12, kemarin, bocah kelas 6 SDN Kebonsari kulun 2, Probolinggo, ini di temukan tewas di rumahnya. Di Gg.Apel, no 10, kelurahan/kecamatan kedupok, kota probolinngo.

Sejauh ini belum di ketahui bagaimana korban tewas. Namun, Melihat kondisinya, Andara kemungkinan di bunuh. Itu, terlihat dari ikatan di kedua kaki dan pahanya.

Selain itu, di mulutnya ada ikatan tali yang terkait ke lehernya. keterangan yang di dapat di lapangan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh ayahnya, Henky Nova Eka Trianto, 48, sekitar pukul 12. Saat ditemukan, korban sudah terbujur kaku di sebuah kamar di lantai dua rumahnya.

Loading...

Yang membuat miris, saat ditemukan, mulut, leher, paha dan mata kaki anak ketiga pasangan suami istri Hengky Nova Eka Trianto dan Agus widiarti ini terikat. Tampa pakaian, korban hanya mengenakan celana dan kaos kaki. Waktu di temukan oleh bapak, Ade(pangilan akrab korban) di ikat di mulut paha , leher dan mata kaki,” ujar sista kirana,20, kakak pertama korban.

Sista sendiri terahir bertemu adiknya malam sebelumnya, tepat jelang istirahat. Keesokan harinya, yakni sekitar  pukul 08.00 pagi kemarin, ia masih mendapati sandal dan sepeda adiknya masih ada. Namun, sekitar satu jam kemudian, sandal dan sepeda tersebut sudah tidak ada di tempatnya. Ia sendiri mengetahui sandal dan sepeda tersebut tidak ada saat orang tuanya bermaksud mengajak adiknya ke pasar.

“Bapak sama ibu mau ke pasar ngajak Ade, tapi Ade ndak ada. Akhirnya ditinggal,” kata Sista. Ia sendiri tetap berada di rumah bersama adiknya nomor dua, Pamudra. Hingga pukul 11.00 siang, keluarga  belum mendapati keberadaan Ade.

Padahal, ibunya dan Sista akan mengajak Ade ke stasiun untuk membeli tiket kereta api ke Surabaya. Karena menduga Ade tengah bermain di luar, pihak keluarga sempat menanyakan keberadaan Ade ke tetangganya.

Tapi, karena tidak ada yang tahu, hasilnya nihil. Jadilah Sista dan ibunya yang berangkat ke stasiun.“Biasanya Ade jam setengah 12 sudah ada di rumah. Akhirnya saya sama ibu saja yang ke stasiun. Sekitar jam 12 saya ditelepon adik saya yang nomor 2 disuruh cepat pulang.

Waktu di rumah sudah ramai dengan orang, tahunya adik saya sudah meninggal,” ujarnya. Keluarga tidak mengira jika Ade yang sebelumnya dicarinya ada di dalam rumah. Pasalnya, sampai siang, dua kakak korban, yakni Sisda dan Pamudra ada di rumah.

Keduanya bahkan tidak mendengar suara atau seseorang masuk ke dalam rumah. Sementara itu, rekan kerja ayah korban mengungkapkan, sekitar pukul 11.00 siang, ia masih bertemu dengan ayah korban di bengkel. Namun, saat itu, tidak ada hal aneh. Yang bersangkutan juga tidak sedang mecari putranya.

“Jam 11 Henky masih ke bengkel tempat kerja saya. Cuma mampir, tapi ya ndak tanya anaknya. Mungkin waktu itu sudah meninggal,” ujar Sutrisno, rekan kerja Henky.Terpisah, beberapa tetangga yang tidak mau disebutkan namanya mengaku sempat bertemu korban sebelum ditemukan tewas.

Ketika itu, korban sedang bermain sepeda di gang lain. “Sekitar jam 9, dia masih sepedaan di Gang Duren kok,” ujar laki-laki paruh baya. Saat harian ini datang ke lokasi, warga sekitar masih memadati rumah korban.

Sedangkan kedua orang tua yakni Henky dan Agus Windarti terlihat shock. Sesekali, terdengat teriakan histeris Agus Windarti dari kamarnya. “Ade itu anak kesayangan orang tuanya.Maklum yang ragil (anak te rakhir),” ujar Sutrisno.

Soal kematian adik bungsunya yang tidak wajar, Sista Kirana,  20, meyakini karena dibunuh. Dugaan itu muncul melihat kondisi adiknya yang ditemukan dalam keadaan terikat di mulut, leher, paha, dan mata kaki. “Tidak mungkin adik saya gantung diri, kan kakinya terikat,” ujarnya.

Soal motif pembunuhan itu,Sista tidak bisa memastikan. Menurutnya, bisa saja ada seorang yang sakit hati atau dendam terhadap keluarganya, lalu melampiaskan kepada adik bungsunya itu. “Tapi, saya tidak mau berburuk sangka.

Saya berharap misteri meninggalnya adik saya ini bisa terungkap,” terangnya. Terpisah, KBO Reskrim Ipda Suyanto yang ditemui harian ini di TKP mengaku belum bisamengambil kesimpulan atas meninggalnya Andara Arjuna De wabrata.

Pasalnya, tim identifikasi masih melaukan penyelidikan atas kasus tersebut. “Kami masih belum bisa mengambil kesimpulan. Kami masih menyelidiki penyebab kematiannya juga,” ujarnya. Yang pasti, dalam olah TKP  kemarin, tim reserse kriminal Polres Probolinggo Kota telah mengamankan sejumlah bukti dari lokasi. Diantaranya, masker, elastik hitam, dan tali. (radar)

Incoming search terms:

  • video bokep anak sd
  • bokep tk
  • video bokep anek tk